Tips Ternak Lele Pemula Hingga Menghasilkan

715 views
example banner

Ternak Lele Pemula- Lele pasti sudah sangat tidak asing bagi kehidupan masyarakat Indonesia, karena mudah untuk didapati hampir diseluruh tempat makan penyetan. Bahkan pamor lele sebagai makanan yang dihidangkan dengan digoreng ataupun dibakar justru semakin naik dari hari ke hari.

Meningkatnya minat konsumsi terhadap lele juga didasarkan oleh banyak faktor seperti semakin meningkatnya jumlah penduduk. Bahkan hal ini terjadi di seluruh Indonesia, sehingga ikan ini memiliki berbagai nama di setiap daerah di Indonesia.

Ikan lele ini di Padang biasa disebut dengan ikan kalang, di Kalimantan Selatan biasa disebut dengan ikan pintet, di Makassar disebut dengan ikan keeling, dan di Bugis biasa disebut dengan ikan cepi. Walaupun demikian saat ini, lele juga sudah diekspor ke luar negeri, seperti pada Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa, dan negara Timur Tengah.

Tentu saja kualitas lele yang diekspor juga berbeda dan membutuhkan perawatan yang juga berbeda. Kebuutuhan akan ekspor lele juga terus meningkat. Maka dari itu, hal ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara dengan beternak lele. Berikut akan dijelaskan berbagai tips ternak lele pemula hingga menghasilkan jutaan rupiah.

 

Tips Ternak Lele Pemula Hingga Menhasilakan

Untuk para pemula ternak lele silahkan ikutin tips ternak lele yang baik dan benar di bawah ini.

Ternak lele pemula

Membutuhkan Modal yang Murah

 

Bagi Anda yang akan memulai bisnis dibidang ternak lele ini tidak perlu mengkhawatirkan masalah modal yang dibutuhkan. Yang jelas sangat murah bila dibandingkan dengan harus membuka rumah makan dan seterusnya.

Bila dihitung dan ditotal, maka modal yang dibutuhkan hanya berkisar pada Rp 400.000 – Rp. 600.000. Modal ini akan digunakan untuk membuat kolam kecil yang bisa saja dibuat dengan menggunakan terpal plastic yang tebal. Pembuatan kolam dengan menggunakan terpal memerlukan biaya yang lebih sedikit dibanding dengan harus membuat kolam dengan semen.

 

Memiliki Lahan Dengan Luas Tertentu

Syarat harus memiliki lahan dengan luas tertentu memang tidak dapat dihindari lagi, karena memang ikan lele dapat berkembang relatif cepat. Sedangkan hal yang lama adalah menunggu dan merawat ikan lele agar dapat tumbuh besar.

Luas lahan yang harus disediakan dapat bervariasi, mulai dari 2m x 3m ataupun 3m x 6m. Sedangkan untuk kedalaman yang dibutuhkan adalah 30 cm, yang mana tidak terlalu dalam bukan. Jangan sampai membuat kedalaman yang kurang dari kriteria ini.

Jika kedalaman yang dibuat lebih dangkal, hal itu akan menyebabkan lele sukar untuk berenang. Hal ini akan menyebabkan lele tidak dapat tumbuh secara optimum, sehingga mereka akan menjadi pendek-pendek.

 

Pembuatan Atap dan Pencahayaan yang Baik

 

Ternak lele pemula hingga menghasilkan jutaan rupiah memang memerlukan usaha yang giat. Ada teknik lain yang diperhatikan agar lele dapat berkembang biak dengan baik dan cepat yaitu pencahayaan yang baik.

Jadi setelah Anda membuat kolam, sebaiknya sebagian dari kolam dibuatkan atap dan sebagian yang lain dibiarkan terbuka.
Bagian yang terbuka akan membuat sinar matahari masuk dan menyinari kolam lele.

 

Sinar matahari baik untuk melenyapkan bakteri dan membuat air kolam tetap sehat. Sedangkan bagian yang beratap mencegah kolam menjadi sangat panas, saat temperatur di luar sangat ekstrim.

 

Perhatikan Pengisian Air Kolam

 

Air kolam yang digunakan untuk mengembang biakkan lele tidak boleh sembarangan. Anda harus memastikan bahwa air yang digunakan tidaklah tercemar. Maka dari itu, jika hendak berniat menggunakan air sungai yang ditampung dalam kolam, harus dipastikan bahwa air sungai yang digunakan masihlah bersih.

Jika air yang yang digunakan berasal dari PAM, sebaiknya diendapkan terlebih dahulu. Air jenis ini juga tidak baik jika digunakan secara langsung, karena mengandung kaporit dalam jumlah yang tinggi. Pada dasarnya zat ini ditujukan untuk membunuh bakteri yang ada.

 

Namun sebenarnya penggunaan dari air PAM tidak boleh secara langsung. Melainkan harus diendapkan semalaman terlebih dahulu sebelum digunakan. Jika kandungan air memiliki kaporit dalam jumlah banyak akan dapat membuat lele menjadi tidak sehat.

 

Mengisi Kolam dengan 300-400 Ekor Lele Atau Dengan Induk

 

Metode lainnya yang harus diperhatikan dalam ternak lele pemula hingga menghasilkan jutaan rupiah adalah jumlah pembenihan yang tepat. Ada banyak sekali benih lele yang dapat dibeli dan setiap ekor biasanya dihargai dengan Rp 100-150.

Biasanya pembelian bibit akan mengenakan peraturan pembelian minimal dengan kisaran yang berbeda-beda di setiap penjualan benih. Namun pada umumnya minimal order adalah sebesar 300 sampai dengan 400 ekor lele.

Bibit atau benih lele dapat dibeli di pasar maupun peternak lele. Hanya saja Anda perlu untuk mengerti ada benih yang harus dihindari untuk dibeli, karena ada yang kuntet atau tidak bisa besar. Ikan lele yang kuntet sangat sulit untuk dipasarkan atau dijual, karena kebanyakan masyarakat Indonesia menyukai lele dengan besar yang pas.

 

Jika lahan yang Anda miliki lumayan luas, Anda juga bisa saja untuk mencoba membeli pasangan induk. Harga dari induk lele ini biasanya agak sedikit mahal, apalagi bagi induk yang sudah siap untuk bertelur. Satu ekornya biasa dihargai sebesar Rp 100.000.

Sebelum dimasukkan ke dalam kolam, sebaiknya lele disterilkan terlebih dahulu dari hama. Caranya adalah dengan mencelupkan kedalam larutan KM5NO4 dengan dosis 35 gram/ m2. Jangan lebih dari dosis tersebut, karena lele bisa mati. Kemudian pencelupan dilakukan selama 1 hari.

 

Sangat tidak disarankan mencelupkan lele pada formalin, karena formalin dapat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia bila suatu saat lele tersebut sudah besar dan dipanen. Dalam berbisnis Anda harus selalu mengingat prinsip hargailah konsumen Anda, maka konsumen Anda akan menghargai Anda.

 

Pemberian Pakan Yang Tepat

 

Lele perlu diberi makan secara rutin untuk mencegah lele menjadi kanibal. Pada dasarnya ikan yang satu ini memiliki karakter kanibal, sehingga saat pemberian makan menjadi tidak rutin, maka lele yang besar akan memakan lele yang kecil.

Pemberian makan yang disarankan adalah sebanyak 2 kali setiap harinya. Pakan yang diberikan adalah berupa pellet dan terkadang diberikan tambahan nutrisi dengan menggunakan cacahan jeroan ayam. Nutrisi jeroan ayam tersebut dapat membantu lele menjadi lebih cepat besar, karena dapat mempercepat pertumbuhan lele.

Untuk menghemat pakan pelet, Anda juga dapat memasukkan berbagai sisa nasi ke dalam kolam lele. Selain dari menghemat pellet, secara tidak langsung Anda juga turut membantu negara atau wilayah lingkungan Anda dalam pengelolan sampah.

 

Rekomendasi Bacaan: Cara Pembibitan Ikan Lele yang Baik dan Benar

 

Apabila Ada Ikan Yang Mati Segera Buang

 

Pada saat pertama kali menabur benih lele ke dalam kolam,biasanya aka nada ikan yang mati. Walaupun demikian, Anda tidak perlu khawatir. Segera buang dan keluarkan dari kolam lele Anda. Ini ditujukan untuk mencegah pembusukan bangkai lele yang tidak baik bagi kesehatan lele yang masih hidup lainnya.

Hal itu dikarenakan, ada sebagian lele yang stres saat dilakukan pemindahan tempat hidup. Dalam 300 – 400 ekor lele pada benih, biasanya aka nada sekitar 30 – 40 ekor yang mati. Hal tersebut akan berlangsung sampai dengan hari ke 4.

Setelah lewat dari empat hari dari pertama kali menaruh benih ke kolam, biasanya jumlah lele yang hidup akan stabil. Lele tersebut sudah dapat bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

 

Bagi anda yang masih pemula silahkan praktekan yang sudah di baca, jangan nunggu lama-lama, karena peluang sukses untuk ternak lele pemula sangat besar di depan anda.

Ternak Lele

Posting Terkait

Tinggalkan pesan