Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

710 views
example banner

Ternak Ayam Petelur- Pernahkah Anda terpikir darimana asalnya telur ayam yang Anda makan sehari – hari? Jenis ayam apa yang dapat menghasilkan telur dalam jumlah banyak? Jawabannya adalah ayam petelur.

Dan permintaan akan telur ayam yang terus meningkat membuat jenis ayam ini semakin dilirik oleh pelaku usaha. Ingin mengetahui bagaimana memulai usaha ternak ayam petelur? Silahkan simak ulasan berikut.

 

Jenis – Jenis Ayam Petelur

 

ternak ayam petelur

 

Sebelum Anda memulai bisnis ternak ayam petelur, Anda sebaiknya mengetahui mengenai jenis – jenis ayam petelur, baik kelebihan maupun kekurangannya. Dengan demikian usaha ternak ayam petelur Anda dapat berkembang. Secara umum jenis ayam petelur terbagi menjadi dua, yaitu:

 

1. Ayam Petelur Buras

Ayam petelur jenis ini dapat secara alami bertelur sendiri tanpa bantuan manusia. Dapat dipersilangkan dengan jenis ayam apapun dan menghasilkan jenis anakan ayam yang beragam pula nantinya. Ada beberapa jenis ayam petelur yang termasuk dalam jenis ayam petelur buras, diantaranya:

Kedu: Ayam jenis ini banyak Anda temukan di daerah Temanggung – Jawa Tengah. Kelebihan dari ayam kedu adalah perawatannya yang mudah. Cocok dipelihara di kandang baterai.

Kemudian mudah juga bagi ayam jenis kedu untuk beradaptasi di lingkungan baru, dengan demikian dapat meminimalisir ayam yang mati karena stress lingkungan. Lalu mampu menghasilkan telur ayam sebanyak 140 butir/tahun.

Arab: Jenis ayam yang cocok untuk diternakkan dalam skala kecil sampai besar. Memiliki kemampuan produktivitas tinggi, dan mampu menghasilkan telur sebanyak 300 butir/tahun adalah keunggulannya.

Petelur kampung asli: Merupakan jenis ayam petelur yang sudah lama ada di Indonesia. Kurang disarankan apabila Anda menginginkan produktivitas menghasilkan telur yang tinggi, karena jenis ayam ini termasuk jenis ayam yang membutuhkan waktu lama untuk bertelur. Kemampuan bertelurnya pun hanya sekitar 30% saja.

 

2. Ayam Ras Petelur

Merupakan jenis ayam petelur hasil rekayasa dari beberapa persilangan jenis ayam, baik lokal, maupun luar. Terdiri dari dua macam, yaitu:

Ayam ras tipe medium: Memiliki ciri – ciri tubuh besar dan gemuk, bulu berwarna coklat kehitaman, serta mampu menghasilkan telur sebanyak 300 butir/tahunnya.

Ayam ini dapat disebut juga sebagai ayam ras petelur coklat

Ayam ras tipe ringan: Memiliki tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan ayam ras petelur lainnya, namun produktivitas menghasilkan telur cukup baik.

Sebanyak 300 butir telur dapat dihasilkannya dalam setahun. Memiliki nama lain ayam ras petelur putih.

Selain jenis ayam petelur yang dijelaskan di atas terdapat beberapa jenis lainnya, diantaranya:

1. Babcock White.

Dengan berat badan sekitar 1,7 Kg mampu menghasilkan telur dengan berat 62,8 g. Ketahanan hidup ayam jenis ini besar, yaitu 95%

2. Dekalb Brown.

Ketahanan hidup lebih rendah yaitu sekitar 93,3%. Bulu berwarna coklat gelap. Berat badan ayam ini mencapai 1,98 Kg, dan dengan berat telur yang dihasilkan sekitar 62,7 g.

3. Rode Island Read.

Ayam petelur yang berasal dari Amerika Serikat, mampu menghasilkan telur sebanyak 250 butir/tahun.

Banyak bukan jenis ayam petelur? Sekarang giliran Anda memilih ayam petelur jenis apa yang akan Anda ternakkan.

 

Cara Ternak Ayam Petelur

 

Setelah mengetahui beberapa jenis ayam petelur, kini masuk ke cara beternak ayam petelur. Ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan untuk memulai usaha ternak ayam petelur, meliputi:

 

1. Kandang

Terdapat dua jenis kandang untuk pemeliharaan ayam petelur yang sudah dewasa, yaitu:

  • Kandang umparan/koloni

Dalam kandang umparan, semua ayam ternak dijadikan dalam satu kandang. Dengan semua ayam yang dijadikan satu, maka proses panen Anda lebih memakan waktu, karena telur ayam berserakan di lantai, dan Anda harus mengumpulkannya satu per satu.

  • Kandang baterai

Kandang bertingkat, yang dalam setiap tingkatannya maksimal hanya empat kandang saja. Kandang jenis ini adalah kandang yang banyak digunakan, dan disarankan bagi para peternak ayam petelur. Hal ini dikarena satu ekor ayam ternak diletakkan dalam satu kandang baterai, menjadikan pengumpulan telur ayam saat panen menjadi lebih mudah.

Kemudian ukuran yang relatif kecil membuat gerakan ayam terbatas. Gerakan ayam yang terbatas sehingga ayam tidak banyak mengeluarkan tenaga atau energi yang menjadikan telur yang dihasilkannya lebih besar.

Kemudian selain jenis kandang yang harus Anda perhatikan dan sesuaikan, Anda pun harus mempertimbangkan hal berikut ini dalam membuat kandang ternak:

  • Lokasi kandang.

Pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman penduduk, terutama bagi Anda yang beternak dalam skala besar. Hal ini guna mengurangi keluhan masyarakat terhadap limbah dan bau tidak sedap yang nantinya dihasilkan dari peternakan ayam petelur Anda. Walaupun jauh dari pemukiman, namun usahakan yang mudah diakses minimal oleh kendaraan beroda dua.

  • Kandang dibuat dari bahan berkualitas dan kuat, sehingga kandang tahan lama
  • Menjaga sanitasi kandang. Kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit pada ternak ayam Anda. Sehingga meminimalisir kematian ayam akibat terjangkit penyakit
  • Dekat dengan sumber air bersih
  • Penerangan dan sirkulasi udara lancar dan cukup
  • Terhindar dari predator pemangsa, seperti tikus, ular, dan sebagainya
  • Atur suhu dan kelembapan, terutama ketika masih DOC (Day Old Chicken) yang masih rentan dengan perubahan suhu dan kelembapan

 

2. Bibit Ayam Petelur

Untuk memilih bibit ayam petelur, Anda harus memperhatikan:

  • Kesehatan dan kelengkapan anggota tubuhnya (tidak cacat)
  • Nafsu makan baik
  • Gesit dan lincah
  • Mata jernih
  • Kondisi paruh baik
  • Bulu bersih serta lebat
  • Pertumbuhan serta perkembangannya normal
  • Berat badan berkisar 35 – 40 g
  • Dubur bersih dari kotoran

Dengan memilih bibit ayam petelur yang berkualitas, maka telur yang dihasilkan nantinya pun berkualitas. Panen Anda menjadi optimal.

 

3. Pakan dan Minum

Beri makan pada ternak ayam Anda dua kali sehari. Letakkan pakan dan minum pada lokasi yang dapat dijangkau oleh semua ayam, terutama pada jenis kandang umparan atau koloni. Kebutuhan yang harus dicukupi pada pakan ayam antara lain protein, karbohidrat, kalsium (Ca), mineral, serta vitamin. Pakan yang biasa diberikan oleh para peternak ayam adalah dedak, jagung giling, dan konsentrat.

Tambahkan serta dalam makanan atau minumannya suplemen makanan atau vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ayam, sehingga lebih tahan dari serangan berbagai macam penyakit. Perlu Anda ketahui bahwa pakan dan minum yang Anda berikan akan berpengaruh terhadap kualitas telur nantinya. Jika pakan dan minum yang Anda berikan berkualitas, maka telur yang dihasilkan nantinya pun berkualitas. Panen Anda pun akan memuaskan.

 

4. Produktivitas

Ayam petelur produktivitas utamanya adalah menghasilkan telur. Ayam petelur yang sudah berusia empat bulan atau lebih mampu menghasilkan telur setiap harinya. Tentunya tinggi atau rendahnya produktivitas tergantung bagaimana pemeliharaan Anda

Posting Terkait

Tinggalkan pesan