Jenis Ikan Lele Konsumsi Banyak Peminatnya

606 views
example banner

Jenis Ikan Lele- Indonesia memang negara maritime dengan wilayah laut yang jauh lebih luas dibandingkan dengan daratannya. Hal ini memacu besarnya kebutuhan ikan dan hasil laut di Indonesia. Namun, karena ikan laut cenderung memiliki harga beli yang mahal, maka masyarakat banyak yang beralih ke ikan air tawar.

Salah satu dari jenis ikan air tawar yang paling banyak dikonsumsi adalah ikan lele. Walaupun demikian ada banyak sekali variasi dari ikan lele yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. Masing-masing variasi yang ada memiliki keunggulan dan kelemahan.

 

Jenis Ikan Lele Konsumsi Yang Banyak Peminatnya

 

Jenis ikan lele

Walaupun ada banyak sekali variasi lele, namun jenis ikan lele konsumsi yang banyak peminatnya sangat spesifik dan bagi penjual dan peternak lele harus memahami hal ini. Variasi jenis tersebut dapat dilihat sebagai berikut.

 

Ikan Lele Dumbo

 

Lele ini berukuran besar dan sebenarnya berasal dari Taiwan. Nama latin dari ikan ini adalah Clarias Gariepenus dan mulai dibawa ke Indonesia mulai pada tahun 1985-1986. Walaupun lele ini berasal dari Taiwan, namun permulaan atau silsilah berasal dari persilangan antara lele yang ada di Afrika dengan lele lokal Taiwan.

Ukuran dari ikan lele ini dapat mencapai dua kali lipat dari ikan lokal Indonesia. Ikan ini walaupun besar ke samping, tetapi ukuran panjangnya lebih pendek dibandingkan dengan ikan lokal.

Selain itu ikan lele ini memiliki sungut yang lebih panjang dan juga badannya sedikit berwarnna kehijauan.daripada ikan lele lokal. Ikan ini termasuk ke dalam salah satu dari jenis ikan lele konsumsi yang banyak peminatnya.

Selain dari ciri-ciri fisiknya yang unggul, para peternak lele dumbo memilih jenis ini dikarenakan patilnya tidak beracun, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan pertumbuhan yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan lele lokal.

 

Ikan Lele Lokal Indonesia

 

Lele ini sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nama latin Clarias Batrachus. Ikan ini lebih dulu ada dibandingkan dengan keberadaan lele dumbo. Ikan lele ini ini dipandang memiliki pertumbuhan yang lambat dan jauh daripada ikan lele dumbo.

Maka dari itu, ada sebagian peternak yang memandang budidaya jenis ini kurang menguntungkan dan lebih memilih untuk beternak lele dumbo. Walaupun semikian, ikan lele jenis ini memiliki daging yang lebih tidak lembek daripada lele dumbo.

Apabila dimasak, ada banyak konsumen yang lebih memilih ikan lele lokal. Ikan ini memiliki patil yang lebih berbisa dari lele dumbo, terutama bagi lele yang masih berusia muda. Lele ini memiliki variasi warna dan corak badan yang banyak, seperti lele berwarna hitam saja, lele putih, lele belang outih, dan lele yang berwarna merah.

Walaupun ada banyak variasi warna, tetapi yang paling sering dibudidayakan adalah lele yang berwarna hitam saja. Sedangkan lele yang lainnya lebih ditujukan untuk budidaya ikan hias, sehingga tidak disarankan untuk digoreng.
Harga dari ikan lele hias lebih mahal dibandingkan dengan ikan lele hitam. Walaupun demikian, memang tingkat kelarisan dari ikan lele hitam jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ikan bercorak lainnya, karena dipakai untuk digoreng.

 

Ikan Lele Phyton

 

Seperti namanya, ikan lele yang satu ini benar-benar memiliki corak yang mirip dengan ular phyton. Ikan ini juga merupakan hasil persilangan antara lele lokal Indonesia dengan jenis dumbo F6 dan lele Thailand F2.

Ikan ini memiliki ketahanan lebih pada suhu rendah dibandingkan dengan jenis ikan lele lainnya. Apabila diletakkan di daerah dengan temperatur air dingin sekitar 170C, daya hidup dari ikan lele ini adalah 90%. Lele ini pertama kali dikembangkan berdasarkan permintaan warga yang menginginkan adanya lele yang tahan terhadap suhu dingin.

Apabila lele lokal Indonesia yang biasa diletakkan dan dikembangkan di kolam pada daerah yang dingin, maka akan banyak sekali lele yang mati. Lele ini pertama kali disilangkan untuk memenuhi kebutuhan akan lele di daerah Desa Banyumundu.

 

Lele ini memiliki ciri-ciri fisik seperti kepala yang pipih bagaikan ular phyton, mulut yang kecil, dan warna yang menyerupai ular phyton.Sungut dari ikan lele phyton lebih panjang dibandingkan dengan ikan lele dumbo.

Selain itu, ikan lele ini memiliki punuk yang menonjol tepat di belakang daerah kepala. Sedangkan pada bagian ekornya memiliki bentuk yang bulat dan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan lele lokal Indonesia.

Walaupun lele ini memiliki daya tahan hidup yang baik pada daerah perairan dingin, lele ini memiliki kelemahan berupa beratnya yang ringan. Hal ini dikarenakan oleh bentuknya yang lebih pipih daripada jenis ikan lele konsumsi yang banyak peminatnya yang lainnya.

 

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Lele Hingga Menghasilkan Jutaan Rupiah

 

Dengan Informasi mengenai jenis ikan lele yang banyak di minati oleh para konsumen di atas semoga dapat membantu dan membuka ide usaha ternak anda kelak.

 

Semoga sukses dan selamat menjalankan usaha sendiri.

Budidaya Ikan Lele

Posting Terkait

Tinggalkan pesan