Cara Beternak Ayam Bangkok – Ayam Aduan

908 views
example banner

Cara Beternak Ayam Bangkok– Mungkin diantara Anda masih bertanya – tanya, “Ayam bangkok itu ayam apa sih?”.” Apakah Anda sudah pernah melihat sambung ayam?” Ya, itulah jawabannya. Ayam bangkoklah yang digunakan dalam sambung ayam tersebut. Selain sebagai ayam aduan, namun ayam ini bernilai komersil yang menjadikannya dibudidayakan. Lalu bagaimana cara beternak ayam bangkok? Berikut ulasannya.

 

Ayam Bangkok

 

beternak Ayam bangkok

Ayam bangkok adalah ayam yang berasal dari Thailand, sesuai dengan namanya, yaitu bangkok. Kemudian masuk ke Indonesia pertama di daerah Tuban, Jawa Timur. Ayam jenis ini digunakan sebagai ayam aduan, mengapa? karena ayam bangkok memiliki kemampuan bertarung sampai mati, sehingga ayam jenis ini dapat disebut juga sebagai ayam petarung. Luar biasa bukan ayam jenis ini?

Selain digunakan dalam sambung ayam, ayam bangkok memiliki postur dan bulu yang indah. Potensi tersebut menjadikan ayam bangkok memiliki nilai komersil lebih. Pada akhirnya ayam jenis ini mulai dilirik untuk dibudidayakan, dan dijadikan sebagai salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Sehingga sudah banyak yang mulai mencari tahu bagaimana cara ternak ayam bangkok.

 

Baca Juga Cara Beternak Ayam Potong- Ayam Bailer

 

Ciri – ciri Ayam Bangkok

Sebagai ayam petarung, ayam ini memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

  1. Tegap dan gagah
  2. Memiliki badan yang besar dengan berat mencapai 2,5 – 4 Kg pada ayam bangkok jantan
  3. Leher jenjang dan panjang
  4. Mata cerah
  5. Jenis jengger rose dan pial
  6. Jengger berwarna merah
  7. Paruhnya panjang serta tebal
  8. Kakinya bulat, kering, dan berwarna kuning. Selain itu sisik pada kulit kakinya tertata rapih
  9. Memiliki corak dan warna bulu yang beragam, seperti:
  • Putih, bulu berwarna dasar putih
  • Jragem, bulu berwarna dasar hitam
  • Klawu, bulu berwarna dasar abu – abu
  • Jali, bulu bercorak blirik, yaitu gabungan antara garis warna kecil – kecil
  • Blorok, bulu bercorak totol – totol (gabungan dari titik – titik warna hitam, merah, dan putih)
  • Wiring, bulu berwarna dasar hitam, namun bulu rawis dan ekor berwarna kuning kemerahan
  • Wangkas, bulu berwarna dasar hampir sama seperti bulu rawisnya, yaitu kuning kemerahan

 

Cara Beternak Ayam Bangkok

 

Jika Anda benar-benar ingin beternak ayam bangko maka sebaiknya Anda mengetahui beberapa hal di atas terlebih dahulu, dan untuk tahapan-tahapan beternak ayam bangkok Anda bisa perhatikan beberapa langkah di bawah ini.

Berikut cara ternak ayam bangkok atau ayam petarung:

 

1. Pilih Indukan

Dalam memilih indukan menjadi penting guna mendapatkan keturunan yang unggul, sehingga nilai jualnya tinggi. Beberapa yang harus diperhatikan adalah:

  • Sehat dan tidak cacat
  • Pergerakan gesit dan lincah
  • Badan tegak, serta gagah
  • Warna bulu bagus
  • Sudah masuk usia kawin. Yaitu 1 – 2,5 tahun untuk jantan, dan 7 – 8 bulan utnuk betina
  • Untuk indukan jantan pilih kakinya yang sudah bertaji dan bersuara lantang

 

2. Siapkan Kandang

Untuk kandang ayam bangkok yang baik yaitu:

  • Dibuat dengan bahan kayu, papan, rotan, atau bambu
  • Ukuran kandang 100 x 50 x 20 cm untuk diisi dengan 30 anakan ayam, 100 x 100 x 40 cm untuk 30 anak ayam,
  • 100 x 100 x 60 cm untuk 15 ayam bangkok muda, dan 100 x 100 x 80 cm agar ayam bangkok dapat bergerak dengan leluasa.
  • Bagi kandang ayam bangkok yang sudah cukup besar, maka sebaiknya beri celah untuk kotoran langsung jatuh ke tanah, sehingga kebersihan kandang dapat terjaga, dan memudahkan Anda dalam membersihkan kandang
  • Berlokasi 100 m dari pemukiman, sehingga tidak mengganggu masyarakat setempat
  • Sirkulasi dan sinar matahari cukup
  • Beri penerangan yang cukup pada kandang

 

3. Pakan

  • Ayam bangkok dibawah tiga bulan, pur dengan kandungan kalsium tinggi dan protein
  • Ayam bangkok 3 – 6 bulan, pur kasar dengan nasi. Porsi nasi meningkat seiring umur mendekati 6 bulan
  • Ayam bangkok usia diatas 6 bulan, jenis pukul dedak yang dicampur dengan jagung, jenis jalu, beras merah/gabah/konsentrat
  • Vitamin dan suplemen penunjang ayam bangkok dapat Anda tambahkan ke dalam air minumnya

 

4. Perkawinan

Dalam membudidayakan, tidak terlepas usaha untuk mengkawinkan. Untuk mengkawinkan ayam bangkok, Anda dapat menggunakan cara dilepas langsung.

Caranya, siapkan ayam jantan dan betida yang sudah siap kawin pada area yang sama, namun kandang yang berbeda. Setelah beberapa jam, lepaskan keduanya secara bersamaan atau satukan ayam jantan dan betina tersebut dalam satu kandang yang sama. Apabila cocok, maka keduanya akan langsung kawin.

Cara lainnya adalah dengan mendudukkan betina. Lalu tempelkan jantan di atasnya. Apabila cocok, dan sang jantan jago tempel, maka akan terjadi perkawinan diantara keduanya.

 

Dengan menerapkan cara beternak ayam bangkok di atas insya Alloh Anda sukses dalam beternak, semoga artikel ini dapat membantu, dan Anda juga bisa membaca ternak bebek sebagai peluang usaha yang menggiurkan.

Ternakayam Ternakayambangkok

Posting Terkait

Tinggalkan pesan