Budidaya Ikan Lele Hingga Menghasilkan Jutaan Rupiah

593 views
example banner

Budidaya Ikan Lele – Ikan lele adalah salah satu jenis ikan yang mampu hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini mempunyai tingkat konversi pakan menjadi mutu tubuh yang baik. Dengan sifat laksana ini, budidaya ikan lele akan paling menguntungkan bila dilaksanakan secara intensif.

baca juga :

Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yakni segmen pembibitan dan segmen pembesaran. Segmen pembibitan betjuan guna menghasilkan embrio ikan lele, sementara segmen pembesaran bertujuan guna menghasilkan ikan lele siap konsumsi. Pada peluang kali ini alamtani akan membicarakan tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.

Budidaya Ikan Lele Hingga Menghasilkan Jutaan Rupiah

Penyiapan empang tempat budidaya ikan lele

Ada sekian banyak macam tipe empang yang dapat digunakan untuk lokasi budidaya ikan lele. Setiap tipe empang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bila ditinjau dari sisi usaha budidaya. Bagi memutuskan empang apa yang cocok, harap pertimbangkan situasi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.

Tipe-tipe empang yang umum dipakai dalam budidaya ikan lele ialah kolam tanah, empang semen, empang terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam tulisan ini anda akan membahas empang tanah, menilik jenis empang ini paling tidak sedikit digunakan oleh semua peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca teknik membuat empang ikan. Tahapan yang mesti dilaksanakan dalam menyiapkan empang tanah ialah sebagai berikut:

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum embrio ikan lele ditebarkan, empang harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, bilamana permukaan tanah telah retak-retak, kolam dapat dianggap sudah lumayan kering.

Pengeringan empang bertujuan guna memutus eksistensi mikroorganisme jahat yang mengakibatkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut dapat bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, mayoritas mikroorganisme patogen bakal mati.

Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah dibutuhkan untuk membetulkan kegemburan tanah dan melemparkan gas beracun yang tertimbun di dalam tanah.

Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang ada di dasar kolam. Lumpur tersebut seringkali berbau busuk sebab menyimpan gas-gas beracun laksana amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas tersebut terbentuk dari tumpukan saldo pakan yang tidak dimakan ikan.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran bermanfaat untuk menyeimbangkan keasaman empang dan menolong memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan ialah dolomit atau kapur tohor.

Pengapuran dilaksanakan dengan teknik ditebar secara merata di permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah supaya kapur meresap ke unsur dalam. Dosis yang dibutuhkan untuk pengapuran ialah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin tidak sedikit kapur yang dibutuhkan.

Langkah selanjutnya ialah pemupukan. Gunakan paduan pupuk organik diperbanyak urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan ialah pupuk kandang atau pupuk kompos. Dosisnya sejumlah 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan pupuk kimianya ialah urea dan TSP setiap 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar empang bertujuan untuk meluangkan nutrisi untuk biota air laksana fitoplankton dan cacing. Biota tersebut bermanfaat untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal guna budidaya ikan lele ialah 100-120 cm. Pengisian kolam dilaksanakan secara bertahap. Setelah empang dipupuk, isi dengan air sebatas 30-40 cm. Biarkan empang tersinari matahari sekitar satu minggu.

Dengan kedalaman laksana itu, sinar matahari masih dapat tembus sampai dasar empang dan memungkinkan biota dasar empang seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Air empang yang telah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan.

Setelah satu minggu, embrio ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam diperbanyak secara rutin cocok dengan perkembangan ikan lele hingga pada elevasi ideal.

Budidaya Ikan Lele Hingga Menghasilkan Jutaan Rupiah

Pemilihan embrio ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele paling ditentukan oleh kualitas embrio yang ditebar. Ada sejumlah jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut tentang jenis-jenis ikan lele budidaya.

Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Ikan lele sangkuriang adalahhasil perbaikan dari lele dumbo. BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang sebab kualitas lele dumbo yang ketika ini beredar di masyarakat semakin menurun dari masa-masa ke waktu.

Benih ikan lele dapat kita dapatkan dengan teknik membeli atau mengerjakan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk menciptakan pembenihan sendiri silahkan baca teknik pembenihan ikan lele dan kiat pemijahan ikan lele.

a. Syarat embrio unggul

Benih yang ditebar mesti embrio yang benar-benar sehat. Ciri-ciri embrio yang sehat gerakannya lincah, tidak ada cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Bagi menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan itu menantang arah arus air dan dapat bertahan berarti gerakan renangnya baik.

Ukuran embrio untuk budidaya ikan lele seringkali mempunyai panjang selama 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata supaya ikan dapat tumbuh dan berkembang serempak. Dari embrio sebesar itu, dalam jangka masa-masa pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan diperoleh lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum embrio ditebar, kerjakan penyesuaian iklim terlebih dahulu. Caranya, masukan embrio dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan sekitar 15 menit supaya terjadi penyesuaian suhu tempat embrio dengan suhu empang sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan embrio keluar dengan sendirinya. Metode ini berfungsi mencegah stres pada benih.

Tebarkan embrio ikan lele ke dalam empang dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah embrio yang dapat ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat embrio ditebar. Hal ini menjaga supaya benih ikan dapat menjangkau permukaan air untuk memungut pakan atau bernapas. Pengisian empang berikutnya dicocokkan dengan ukuran tubuh ikan hingga mencapai elevasi air yang ideal.

Menentukan kapasitas kolam

Berikut ini teknik menghitung kapasitas empang untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman empang 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan ialah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk empang berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya paling tidak (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.

Catatan: empang tanah kapaistasnya lebih tidak banyak dari empang tembok.

Pakan guna budidaya ikan lele

Pakan adalahkomponen ongkos terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada tidak sedikit sekali brand dan aneka pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik ialah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR ialah rasio jumlah pakan berbanding perkembangan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan.

Untuk menjangkau hasil maksimal dengan ongkos yang minimal, lakukan pemberian pakan utama dan pakan ekstra secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba menciptakan sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele mesti tidak sedikit berisi protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang diperlukan ikan lele ialah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Berbagai pelet yang dipasarkan dipasaran rata-rata telah dilengkapi dengan penjelasan kandungan nutrisi. Tinggal anda pandai-pandai memilih mana yang dapat dipercaya. Ingat, tidak boleh sampai melakukan pembelian pakan kadaluarsa.

Pakan mesti diserahkan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum masing-masing harinya ikan lele membutuhkan pakan 3-6% dari mutu tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan mutu 50 gram membutuhkan pakan sejumlah 2,5 gram (5% mutu tubuh) per ekor. Kemudian masing-masing 10 hari ambil samplingnya, kemudian timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari mutu tubuh.

Jadwal pemberian pakan usahakan dicocokkan dengan nafsu santap ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil mesti lebih sering. Waktu pemberian pakan dapat pagi, siang, senja dan malam hari.

Ikan lele merupakan fauna nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian pakan lebih tidak sedikit pada senja dan malam hari. Si pemberi pakan mesti jeli menyaksikan reaksi ikan. Berikan pakan ketika ikan lele agresif mencicipi pakan dan berhenti bilamana ikan telah terlihat malas guna menyantapnya.

b. Pemberian pakan tambahan

Di samping pakan utama, dapat dipertimbangkan pun untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan ekstra sangat membantu menghemat ongkos pengeluaran pakan yang menghabiskan kantong.

Apabila empang kita dekat dengan pelelangan ikan, dapat dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah ialah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak pantas dikonsumsi manusia sebab ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa pun dengan menciptakan belatung dari gabungan ampas tahu.

Keong mas dan limbah ayam dapat diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya dapat dilakukan dengan perebusan. Kemudian sisihkan daging keong mas dengan cangkangnya, kemudian dicincang. Bagi limbah ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.

Satu urusan yang mesti diacuhkan dalam menyerahkan pakan ikan lele, tidak boleh sampai telat atau kurang. Karena ikan lele memiliki sifat kanibal, yaitu suka memangsa sejenisnya. Apabila kelemahan pakan, ikan-ikan yang lebih banyak ukurannya bakal memangsa ikan yang lebih kecil.

Pengelolaan air

Hal urgen lain dalam budidaya ikan lele ialah pengelolaan air kolam. Untuk menemukan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air mesti tetap terjaga.

Awasi kualitas air dari timbunan saldo pakan yang tidak berakhir di dasar kolam. Timbunan itu akan memunculkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.

Apabila sudah hadir bau busuk, buang sepertiga air unsur bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pengasingan air paling tergantung pada kelaziman pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan tidak sedikit menimbulkan sisa, peralihan air bakal lebih tidak jarang dilakukan.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang sangat umum dalam budidaya ikan lele antara beda hama predator laksana linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara beda ikan mujair. Bagi mencegahnya yakni dengan memasang saringan pada jalan masuk dan terbit air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Penyakit pada budidaya ikan lele dapat datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan sekian banyak penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya ialah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.

Untuk menangkal timbulnya penyakit infeksi ialah dengan mengawal kualitas air, mengontrol keunggulan pakan, menjaga kesucian kolam, dan menjaga suhu empang pada kisaran 28oC. Di samping penyakit infeksi, ikan lele juga dapat terserang penyakit non-infeksi laksana kuning, kelemahan vitamin dan lain-lain. Untuk memahami lebih jauh mengenai pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen budidaya ikan lele

Ikan lele dapat dipanen setelah menjangkau ukuran 9-12 ekor per kg. Ukuran sebesar itu dapat dicapai dalam tempo 2,5-3,5 bulan dari embrio berukuran 5-7 cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk destinasi ekspor seringkali mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari (24 jam) sebelum panen, usahakan ikan lele tidak diberi pakan supaya tidak buang kotoran ketika diangkut. Pada ketika ikan lele dipanen kerjakan sortasi guna misahkan lele menurut ukurannya. Pemisahan ukuran dominan pada harga. Ikan lele yang telah disortasi menurut ukuran akan menambah pendapatan untuk peternak.

Baca juga :

Nah itu dia informasi yang dapa kami bagikan mengenai cara budidaya ikan lele hingga menghasilkan jutaan rupiah. semoga informasi yang kami bagikan dapat berguna dan bermanfaat untuk Anda. Terimakasih

Budidaya Ikan Lele BudidayaIkanLele Cara Mudah Budidaya Ikan Lele

Posting Terkait

Tinggalkan pesan